Jadi Partai Pemenang di Jabar IX, Golkar Pastikan Peroleh Dua Kursi di DPR RI

28 Februari 2024, 14:11 WIB
Jadi Partai Pemenang di Jabar IX, Golkar Pastikan Sapat Dua Kursi di DPR RI /

PORTAL MAJALENGKA - Partai Golongan Karya (Golkar) memastikan kemenangan di Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat IX.

Hal itu diketahui berdasarkan D Hasil dari 81 kecamatan yang telah dihimpun oleh Tim Kerja Galih Dimuntur Kartasasmita dari setiap PPK di tiga Kabupaten.

Menurut Sekretaris Tim Kerja GDK, Ayip Tayana, Partai Golkar meraih 426.124 suara di 81 Kecamatan yang tersebar di Dapil Jabar IX.

Perolehan suara itu, kata Ayip masih akan bertambah dan diperkirakan akan menyentuh angka di atas 445 ribu.

Baca Juga: Sesuai PKPU, Inilah Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak 2024, Simak Lengkapnya di Sini

"Kecamatan Subang saat ini masih melangsungkan Pleno Rekapitulasi tingkat PPK. Angka ini mendekati prediksi Tim Kerja GDK berdasarkan real count internal terhadap C Hasil yang telah dirilis ke media pada tanggal 22 Februari 2024 lalu," ujar Ayip, Selasa 27 Februari 2024.

Ayip merinci, perolehan Golkar berdasarkan rekapitulasi D Hasil per kabupaten yaitu 153.015 suara di Sumedang, 88.829 suara di Majalengka, dan 184.280 suara di Subang (dari 29 kecamatan).

Dengan perolehan suara tersebut, lanjut Ayip, Golkar keluar menjadi pemenang dan dipastikan meraih 2 kursi DPR RI di Dapil Jawa Barat IX berdasarkan perhitungan Sainte Lague.

Baca Juga: Gebyar Hari Migran Internasional Majalengka Meriah dengan Job Fair Sidirut Gaya Artis

"Kedua kursi tersebut insya Allah akan diduduki oleh Galih Dimuntur Kartasasmita dan Elita Budiati," imbuhnya.

Enam kursi lain, Ayip mencatat akan diperoleh oleh PDIP, Gerindra, PKS, PAN, PKB, dan PPP, di mana masing-masing meraih 1 kursi.

"Distribusi kursi ini tentu nanti memperhatikan faktor parliamentary threshold 4%," jelasnya.

Mewakili Tim Kerja GDK, Ayip mengajak seluruh elemen Partai Golkar bersama relawan dan masyarakat untuk terus mengawal suara rakyat ini.

Ayip menyebut KPU telah membuka ruang transparansi dalam setiap proses penghitungan dan rekapitulasi suara sehingga segala kecurangan akan segera terdeteksi oleh publik.

"Kami menghimbau pihak manapun untuk tidak berusaha mengubah hasil Pemilu karena merupakan delik tindak pidana Pemilu. Mari kita ciptakan demokrasi yang sehat," tandasnya. ***

Editor: Muhammad Ayus

Tags

Terkini

Terpopuler