Kisah Lelaki Purwokerto yang Rela Tinggalkan Pekerjaan Demi Ziarah Makam Sunan Gunung Jati

- 9 Agustus 2022, 10:46 WIB
Kisah Lelaki Purwokerto yang Rela Tinggalkan Pekerjaan Demi Ziarah Makam Sunan Gunung Jati
Kisah Lelaki Purwokerto yang Rela Tinggalkan Pekerjaan Demi Ziarah Makam Sunan Gunung Jati /Dok Kendi Pertula/

PORTAL MAJALENGKA – Banyak sekali kisah-kisah yang tertulis maupun hanya sebatas terdengar dari lisan masyarakat, perihal aktivitas ziarah dan motivasi ziarah di makam Sunan Gunung Jati.

Sosok Sunan Gunung Jati yang memiliki keramat mampu menjadi magnet bagi para peziarah untuk datang ke makam Sunan Gunung Jati meskipun harus mengorbankan berbagai macam hal.

Bahkan meskipun harus menempuh jarak yang sangat jauh. Tidak apa yang akan terjadi, para peziarah selalu menyempatkan waktu untuk ziarah ke makam Sunan Gunung Jati.

Baca Juga: Gus Miftah Ungkap Siapa Habib Luthfi bin Yahya: Jika Ada yang Menghina Rentetannya Panjang!

Alasan paling mendasar adalah karena bisa mendapatkan ketenangan dari aktivitas ziarah tersebut.

Seperti salah satu kisah lelaki Purwokerto yang selalu meninggalkan pekerjaannya dengan mengambil cuti demi bisa ziarah ke makam Sunan Gunung Jati secara rutin.

Jawari adalah seorang laki-laki bujangan berusia 40 tahun. Ia lahir di Purwokerto, Jawa Tengah. Ia mengambil cuti kerja untuk ziarah.

Baca Juga: Ditempeleng Berkali-kali, Ini yang Terjadi Ketika Kewalian Gus Miek Diuji Oleh Mbah Jogo Rekso: Karomah Wali

Pekerjaannya adalah karyawan di Industri otomotif. La lebih suka berziarah sendiri, alasannya lebih leluasa.

Jawari menghabiskan waktu ziarah selama 3 hari. Ziarah ke kompleks makam Sunan Gunung Jati sering dilakukannya ketimbang di tempat lain.

Dia ingin sekali mengunjungi makam Sunan yang lain, selain ke kompleks makam Sunan Gunung Jati.

Baca Juga: Gus Miek Tiup Wajah Wanita Cantik di Klub Malam, Hingga Sebabkan Ia Tak Henti Menangis Hingga Pagi

Ziarah dilakukan karena menurutnya kompleks makam Sunan Gunung Jati adalah tempat yang memiliki karamah.

Jawari akan lebih giat berziarah saat mempunyai problem bisa melakukan introspeksi. Ia harus melakukan perenungan di kompleks ziarah sehingga masalah dapat terpecahkan.

Jawari meyakini ziarah ke makam Sunan Gunung Jati ikut memungkinkan doa lebih didengar, sebab Tuhan memilih tempat dan orang khusus.

Yang dilakukan dalam ziarahnya adalah menabur bunga, membaca Al-Fâtihah, dan melempar atau menaruh uang yang dianggapnya sebagai sedekah.

Doa yang dilakukan dalam ziarahnya; pertama, salam; kedua, membaca al-Fatihah; ketiga, membaca Surat Al-Ikhlash.

Perjalanan Jawari dari Purwokerto ke Cirebon, makam Sunan Gunung Jati bukanlah jarak yang dekat. Namun, dia melakukan semua itu demi mendapatkan ketenangan dan keberkahan yang dimiliki Sunan Gunung Jati.

Pasalnya setiap kali ziarah, Jawari selalu bisa mendapatkan ketenangan atas segala masalah yang dimilikinya. Ini semua berkat keberkahan Sunan Gunung Jati.***

Editor: Muhammad Ayus

Sumber: Buku Ziarah Makam Sunan Gunung Jati di Mata Orang Kristen


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah