Update, Israel Kembali Serang Gaza, Sudah 212 Warga Palestina Tewas Termasuk 66 Anak-anak

18 Mei 2021, 18:16 WIB
Israel serang Lebanon saat Joe Biden mendukung gencatan senjata di Gaza /Amir Cohen /REUTERS/

PORTAL MAJALENGKA - Agresi militer Israel terhadap Palestina terus berlanjut. Serangkaian serangan udara Israel kembali menghantam Jalur Gaza pada Selasa, 18 Mei 2021.

Al Jazeera melaporkan, sebanyak 212 warga Palestina, termasuk 61 anak-anak, telah tewas di Gaza sejak serangan udara Israel dimulai. Sekitar 1.500 warga Palestina terluka.

Sementara di pihak Israel, sepuluh orang Israel telah tewas, termasuk dua anak. Kemudian setidaknya 300 orang Israel terluka.

Baca Juga: Gaji Cristiano Ronaldo Disumbangkan ke Hamas untuk Beli Roket? Faktanya Begini

Serangan udara Israel yang dilancarkan pada Selasa itu saat Presiden AS Joe Biden menyatakan dukungan untuk gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Joe Biden menyampaikannya lewat panggilan telepon dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Biden mengadakan percakapan telepon ketiganya dengan Netanyahu sejak kekerasan berkobar pada 10 Mei dan menyatakan dukungan untuk gencatan senjata. Tapi presiden AS berhenti menuntut diakhirinya kekerasan.

Sebuah front baru dalam konflik dibuka ketika militer Israel mengatakan pihaknya juga menembaki Lebanon. Hal itu sebagai tanggapan atas enam peluncuran roket yang gagal dari daerah selatan di negara tetangga tersebut.

Baca Juga: Ini Langkah Kemenkes Antisipasi Lonjakan Kasus Pasca Libur Panjang dan Mutasi Varian Baru

Sebelumnya, serangan udara Israel dalam sepekan terakhir sudah menewaskan sedikitnya 198 warga Palestina. Termasuk di antaranya 58 anak-anak ikut tewas dalam serangan mematikan tersebut.

Selain korban meninggal, sebanyak lebih dari 1.300 warga Palestina mengalami luka-luka. Militer Israel kembali melancarkan serangan udara di Jalur Gaza pada Senin pagi, 17 Mei 2021.

Serangan udara Israel tersebut dilakukan setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan serangan terhadap wilayah kantong Palestina akan terus berlanjut.

Baca Juga: Penguatan PPKM Mikro dan Pengetatan Arus Balik Pasca Lebaran

Sementara itu, Dewan Keamanan PBB bertemu pada hari Minggu untuk membahas kekerasan tetapi gagal untuk menyetujui. PBB hanya menyampaikan keprihatinan bersama.

Sementara China mengatakan, gagalnya rekonsiliasi itu karena Amerika Serikat yang menghalangi dewan untuk berbicara "dengan satu suara".***

Editor: Husain Ali

Sumber: Al Jazeera

Terkini

Terpopuler