KISAH WALI SUFI, Tongkat Sakti Abu Nawas Bisa Menangkap Maling Hingga Tidak Bisa Mengelak

- 17 Juli 2022, 07:45 WIB
KISAH WALI SUFI, Tongkat Sakti Abu Nawas Bisa Menangkap Maling Hingga Tidak Bisa Mengelak
KISAH WALI SUFI, Tongkat Sakti Abu Nawas Bisa Menangkap Maling Hingga Tidak Bisa Mengelak /Tangkapan layar Abot Story /

PORTAL MAJALENGKA - Kisah sang Wali Sufi, Abu Nawas yang dikenal jenaka, ia juga dikenal dengan kecerdasannya.

Cerdik dalam menemukan solusi setiap masalah yang ada, Abu Nawas sang Wali Sufi ini selalu bisa memberikan semua jalan keluarnya.

Seperti halnya kisah yang satu ini, yang dilansir Portal Majalengka dari kanal YouTube ABOT STORY, tentang kisah Abu Nawas sang Wali Sufi.

Baca Juga: Momen Ridwan Kamil dan Zara Menggambar Keindahan Masjid Nabawi: Merekam dengan Cara Manual

Pada suatu hari, di sebuah kompleks di Kota Baghdad, dibuat gempar oleh pencurian. Aksi pencurian itu dilakukan di rumah saudagar kaya raya, duit ribuan Dinar lenyap di gondol maling

Tampaknya maling tersebut sangat profesional, ia sukses membobol rumah saudagar yang dijaga lumayan ketat itu.

Petugas belum bisa mengendus siapa pencurinya, sang saudagar penasaran dibuatnya. Duit yang dicuri itu, baginya tidak begitu besar, dibanding hartanya yang bejibun.

Baca Juga: Tiba-Tiba Muncul di Depan Pintu, Mbah Hamid Dengar Ucapan Temannya Walaupun Jarak Jauh: Karomah Para Wali

Masalahnya siapa pencuri itu, yang membuat dia penasaran. harus di usut sampai tuntas.

Masalahnya juga sudah nyaris sepekan, para petugas belum juga bisa membongkar kasus ini. Namun pada akhirnya, saudagar membuat keputusan.

“Barang siapa yang mencuri hartanya dan dia mau mengembalikan, selain diampuni, sang pencuri akan mendapatkan hak separuh dari harta yang dicuri tersebut.”

Pengumuman tersebut ternyata tak mengundang minat maling itu, si pencuri tak kunjung memperlihatkan batang hidungnya.

Baca Juga: KISAH WALI SUFI, Abu Nawas Memaksa Sang Raja Meniup Pantatnya

Tidak putus asa, sang saudagar akhirnya membuat sayembara baru yaitu,

“Barangsiapa yang berhasil mendapatkan pencuri tersebut, maka dia akan mendapatkan seluruh harta tersebut.”

Dan tentu saja sayembara ini sangat menarik warga Baghdad, banyak sekali orang yang mendaftar untuk ikut ambil bagian, termasuk si pencuri itu sendiri.

Awalnya si pencuri berniat untuk meninggalkan kota Baghdad, dengan membawa harta milik curiannya itu.

Baca Juga: Kongres Anak Majalengka ke-2 Berjuang menegakkan Gak Partisipasi Anak

Namun setelah dipikir-pikir, kepergiannya hanya akan membuka aibnya.
“Mending ikut sayembara saja” pikir si pencuri.

Oleh karena itu, si pencuri mencoba bertahan di kota dengan ikut-ikutan menjadi peserta sayembara.

Dia semakin merasa aman saat berkumpul dengan peserta sayembara, dia sangat yakin kedoknya tidak akan terbongkar.

Namun begitu melihat hasil yang belum jelas terlihat dari sayembara, akhirnya saudagar mendesak sang hakim untuk mendatangkan Abu Nawas.

Baca Juga: KERAMAT ULAMA GUS BAHA yang Menggemparkan Ulama Dunia

Namun sayangnya, Abu Nawas pada hari itu sedang berada di damaskus, dan baru bisa pulang pada esok harinya.

Semua harapan kini bertumpu pada Abu Nawas, kasak-kusuk begitu gencar di kalangan warga, mereka menebak, Apakah Abu Nawas mampu menguak teka-teki tersebut.

Sementara itu si pencuri hatinya menjadi ciut, karena dia tahu bagaimana kemampuan abu Nawas dalam memecahkan masalah.

Pada keesokan harinya, Abu Nawas datang dengan membawa tongkat banyak sekali. Kemudian Abu Nawas membagikan tongkat-tongkat tersebut kepada semua yang hadir.

Baca Juga: KISAH WALI SUFI, Ide Gila Abu Nawas Memaksa Raja Rela Menjadi Pengemis

Abu Nawas berpesan, “Tongkat-tongkat ini sudah saya mantrai, kalian bawa pulang dan besok bawa kembali ke sini.” ucap Abu Nawas.

“Jika salah satu diantara kalian pelakunya, maka tongkat akan bertambah satu telunjuk. Yang bukan pencuri, maka tidak usah khawatir” ujar Abu Nawas.

Kemudian semua warga pulang dan sipencuri jadi bingung, bagaimana bisa lolos di esok hari.

Setelah memeras otak, dia memutuskan untuk memotong tongkat tersebut sepanjang telunjuk jarinya.

Baca Juga: Tiba-Tiba Muncul di Depan Pintu, Mbah Hamid Pasuruan Dengar Ucapan Temannya Walaupun Jarak Jauh

Keesokan harinya, semua warga berkumpul dan mengembalikan tongkat kepada Abu Nawas.

Pada saat menerima tongkat dari pencuri tersebut, Abu Nawas langsung menangkapnya, karena tongkatnya menjadi lebih pendek dari yang lainnya.

Kemudian Si Pencuri diadili dengan seadil-adilnya, dan akhirnya Abu Nawas berhak atas uang ribuan Dinar tersebut.

Baca Juga: KABAR BURUK, Istri Striker Persib Bandung Ciro Alves, Maria Eduarda Mondadori Nyaris Celaka

Namun uang tersebut dibagikan kepada fakir miskin di kota Baghdad. Itulah salah satu kecerdikan Abu Nawas sang wali sufi.***

Editor: Andra Adyatama

Sumber: YouTube Abot Story


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x