Bapanas Kembangkan Sarana Prasarana Rantai Dingin, Perkuat Distribusi Logistik Pangan

- 11 Mei 2024, 20:38 WIB
Arief Prasetyo Adi, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), saat meninjau Sentra Penggilingan Padi (SPP) Bulog di Sragen, Jawa Tengah.
Arief Prasetyo Adi, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), saat meninjau Sentra Penggilingan Padi (SPP) Bulog di Sragen, Jawa Tengah. /Antara/Humas Bapanas/


 
PORTAL MAJALENGKA - Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus berupaya untuk terus memperkuat distribusi logistik pangan di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam upaya memperkuat distribusi logistik pangan ke seluruh wilayah Indonesia tersebut, salah satu langkah yang ditempuh Bapanas yakni melalui pengembangan sarana prasarana rantai dingin (cold chain).

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi dalam keterangan di Jakarta, Jumat menegaskan, perhatian utama dalam menunjang distribusi logistik pangan adalah pada pengembangan sarana prasarana rantai dingin atau cold chain.

Baca Juga: Jaga Agar Mesin Motor Tak Cepat Panas atau Alami Overheat, Lakukan 5 Langkah Berikut

Sebelumnya ia mengemukakan bahwa Aspek perpanjangan shelf life merupakan faktor utama dalam menunjang distribusi logistik pangan yang menjangkau seluruh daerah.

“Aspek perpanjangan shelf life atau kerap disebut masa simpan pangan merupakan faktor penting dalam menunjang distribusi logistik pangan yang menjangkau seluruh daerah. Terkait itu, kami menaruh atensi pada pengembangan sarana prasarana rantai dingin atau cold chain,” kata Arief Prasetyo Adi dalam keterangannya dikutip Portal Majalengka dari Antara.

Arief menyampaikan bahwa upaya memperkuat distribusi logistik pangan seperti ini telah disampaikan lewat seminar 'Peran Teknologi dan Perusahaan Start-up Pada Keandalan Logistik Pangan' yang digelar oleh Perkumpulan Pelaku Logistik Indonesia (PPLI) di Jakarta, Kamis, 9 Mei 2024 kemarin.

Baca Juga: Harapan Timnas Indonesia U-23 Tampil di Olimpiade Paris Kandas, Takluk dari Guinea 0-1

Di beberapa kesempatan, menurutnya ia juga sudah menyampaikan perihal pentingnya sarana penyimpanan pendingin (cold chain) kepada Presiden Joko Widodo.

Lebih lanjut Arief juga menjelaskan, salah satu penyebab harga pangan di Indonesia selalu naik turun karena tidak memiliki alat untuk memperpanjang masa simpan (shelf life), hal itu yang belum diketahui.

“Itu ada Apel Fuji dari China bagian utara, walaupun di sana sedang winter, tapi masih bisa terus kirim. Itu karena mereka bisa mengatur tidak hanya suhunya saja. Ada namanya control atmosfer storage," bebernya.

Halaman:

Editor: Husain Ali


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah