Undur Kewajiban Sertifikasi Halal bagi Usaha Mikro-Kecil di 2026, Pemerintah Tegaskan Soal Pajak

- 16 Mei 2024, 19:45 WIB
Ilustrasi sertifikat halal
Ilustrasi sertifikat halal /Dok. bfi.co.id/

PORTAL MAJALENGKA - Kewajiban sertifikasi halal bagi produk-produk usaha mikro dan kecil urung diterapkan tahun ini. Kewajiban tersebut diundur dua tahun mendatang, 2026.

Keputusan pengunduran kewajiban sertifikasi halal bagi produk-produk usaha mikro dan kecil yang semula Oktober 2024 menjadi tahun 2026, disampaikan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas soal sertifikasi halal di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 15 Mei 2024.

Airlangga menambahkan kewajiban sertifikasi halal yang urung diterapkan tahun ini diundur tahun 2026 nanti meliputi usaha mikro yang penjualannya Rp1-2 miliar (per tahun), dan usaha kecil yang penjualannya mencapai Rp15 miliar (per tahun).

Baca Juga: INI Alasan Pengendara Pilih Motor Matic Injeksi Dibanding Karburator, Berikut Faktor yang Bikin Lebih Irit

"Tadi presiden memutuskan bahwa untuk UMKM makanan, minuman dan yang lain itu pemberlakuannya diundur tidak 2024 tapi 2026. Nah tentu UMKM tersebut adalah yang mikro yang penjualannya Rp1-2 miliar (per tahun), kemudian yang kecil yang penjualannya sampai dengan Rp15 miliar (per tahun)," kata Airlangga dikutip Portal Majalengka dari Antara.

Lebih lanjut Airlangga juga menjelaskan pengunduran kewajiban sertifikasi halal menjadi di 2026 juga ditetapkan untuk kategori obat tradisional, herbal dan yang lain, produk kimia kosmetik, aksesoris, barang gunaan rumah tangga, serta berbagai alat kesehatan.

Menurut Airlangga penetapan kewajiban sertifikasi halal yang disesuaikan rencana pada tahun ini hanya diberlakukan untuk jenis usaha kategori menengah dan besar.

Baca Juga: Amerika Serikat dan Indonesia Gelar Latihan Maritim CARAT Indonesia 2024

Hal yang menjadi salah satu dasar pertimbangan pemerintah mengundur kewajiban sertifikasi halal bagi usaha mikro dan kecil adalah karena capaian target sertifikasi halal per tahun baru mencapai 4 juta lebih, dari yang ditargetkan sebanyak 10 juta sertifikasi halal.

Halaman:

Editor: Muhammad Ayus


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah